IMBOS Pringsewu Sambut Santri Baru 2026/2027, Teguhkan Komitmen Melahirkan Generasi Qur’ani Berkarakter

5/5

Pringsewu, Lampung — Pondok Pesantren Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu menggelar kegiatan Khutbatul Iftitah Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan mengusung tema “Menjadi Generasi Cendekiawan Qur’ani yang Unggul dalam Ilmu, Mulia dalam Akhlak, dan Siap Menginspirasi.” Kegiatan ini menjadi momentum awal perjalanan pendidikan para santri sekaligus penguatan komitmen pesantren dalam melahirkan generasi yang memiliki keunggulan ilmu, kedalaman nilai-nilai Al-Qur’an, serta karakter yang mulia.

Khutbatul Iftitah menjadi agenda penting bagi keluarga besar IMBOS Pringsewu dalam menyambut para santri baru dan mempererat sinergi antara pesantren, santri, serta wali santri. Melalui kegiatan ini, pesantren menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya proses transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, dan kepribadian Islami.

Suasana Pondok Pesantren IMBOS Pringsewu sejak pagi dipenuhi antusiasme para wali santri dan santri yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan sebagai langkah awal memasuki tahun pelajaran baru 2026/2027.

Rangkaian acara semakin semarak dengan Grand Opening yang menampilkan kreativitas santri melalui berbagai pertunjukan, seperti tari kreasi dan kalam jama’i. Penampilan tersebut menjadi gambaran potensi, bakat, serta kreativitas santri yang terus dikembangkan di lingkungan pesantren.

Suasana kegiatan semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan murojaah hafalan Al-Qur’an. Semangat kebangsaan juga turut hadir melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Pringsewu, dan Mars JSIT sebagai bentuk penguatan nilai kebersamaan dan cinta tanah air.

Sebagai lembaga pendidikan yang terus menjaga kualitas pembinaan, IMBOS Pringsewu mendapatkan kepercayaan luas dari masyarakat. Komitmen dalam memadukan pendidikan agama, akademik, pembentukan karakter, serta lingkungan pendidikan yang kondusif menjadi bagian dari upaya pesantren dalam mencetak generasi unggul.

Kepercayaan tersebut terlihat dari tingginya minat masyarakat untuk bergabung bersama IMBOS pada tahun pelajaran 2026/2027. Pada jenjang SMP, sebanyak 151 santri baru dinyatakan lulus seleksi dan diterima menjadi bagian dari keluarga besar IMBOS yang terdiri dari santri ikhwan dan akhwat. Sementara pada jenjang SMA, sebanyak 121 santri baru juga dinyatakan lulus seleksi dan diterima di IMBOS, yang terdiri dari santri ikhwan dan akhwat.

Jumlah penerimaan santri baru tersebut menjadi salah satu bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap IMBOS Pringsewu sebagai lembaga pendidikan yang menghadirkan pembinaan berkualitas melalui perpaduan ilmu agama, ilmu umum, dan penguatan karakter.

Kepercayaan masyarakat terhadap IMBOS juga terlihat dari keberagaman asal daerah para santri yang bergabung. Para santri hadir dari berbagai wilayah, bahkan terdapat santri yang berasal dari daerah terjauh, yaitu Palembang, Sumatera Selatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa IMBOS menjadi pilihan orang tua dari berbagai daerah dalam memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya.

Puncak kegiatan Khutbatul Iftitah ditandai dengan prosesi penyerahan santri baru kepada pihak pesantren. Momen tersebut menjadi simbol kepercayaan dan amanah besar dari orang tua kepada pesantren untuk mendidik, membimbing, serta membina para santri agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, mandiri, dan berakhlak mulia.

Dalam prosesi tersebut, prakata serah terima santri disampaikan oleh Bapak H. Em. Winarto, S.Km., S.Kep., M.M., selaku perwakilan wali santri dan wali dari Arkan Taqiyansyah El Azzam. Beliau menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan besar para wali santri agar pesantren menjadi tempat terbaik dalam mendampingi perjalanan pendidikan putra-putri mereka.

“Pada hari yang penuh berkah ini, kami para orang tua dan wali santri dengan penuh keikhlasan menyerahkan putra-putri kami kepada pesantren ini untuk dididik, dibimbing, dan dibina agar menjadi insan yang shalih dan shalihah, cerdas dalam ilmu agama dan umum, serta memiliki akhlak mulia,” ujar Bapak H. Em. Winarto.

Beliau juga menyampaikan bahwa pendidikan anak merupakan amanah besar yang membutuhkan kerja sama antara keluarga dan pesantren, sehingga para orang tua menitipkan putra-putrinya dengan penuh kepercayaan kepada para pendidik di IMBOS.

Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Pondok Pesantren Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu, KH. Dr. Moh. Masrur, Lc., M.Pd.I.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan penguatan kepada para wali santri tentang pentingnya membangun sinergi antara keluarga dan pesantren dalam proses pendidikan anak. Beliau menekankan lima nilai utama, yaitu teguh dalam keyakinan, ikhlas dalam menjalani proses, tawakal kepada Allah SWT, terus berikhtiar, serta percaya terhadap sistem pembinaan yang dijalankan pesantren.

Beliau menegaskan bahwa IMBOS bukan sekadar tempat belajar, tetapi merupakan lingkungan pendidikan dan perjuangan yang dirancang untuk membentuk santri menjadi pribadi yang mandiri, berilmu, dan berkarakter. Setiap proses pembinaan, kedisiplinan, dan pembiasaan yang diterapkan merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam mewujudkan generasi cendekiawan Qur’ani yang unggul dalam ilmu dan mulia dalam akhlak.

Sementara itu, tausyiah disampaikan oleh Ust. Untung Suhendro, S.T., M.T. yang mengajak para wali santri untuk senantiasa menitipkan anak-anak kepada Allah SWT melalui doa, ikhtiar, dan kepercayaan kepada pesantren.

“Ya Allah, aku titipkan anakku kepada-Mu dan titipan sebaik-baik penjagaan,” menjadi pesan yang disampaikan sebagai pengingat bahwa pendidikan anak membutuhkan keterlibatan doa dan perjuangan orang tua.

Ust. Untung menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan santri merupakan hasil kolaborasi antara doa orang tua, perjuangan ayah dalam mencari rezeki yang halal dan thayyib, kesungguhan ibu dalam mendoakan anak-anaknya, serta proses pembinaan yang dilakukan pesantren.

Beliau juga mengingatkan para wali santri agar memberikan kepercayaan kepada pesantren dan para asatidz dalam menjalankan amanah pendidikan. Setiap tantangan yang dihadapi santri selama berada di pondok merupakan bagian dari proses pembentukan kemandirian, mental, dan karakter.

Melalui Khutbatul Iftitah Tahun Pelajaran 2026/2027, Pondok Pesantren Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas dalam rangka melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dalam ilmu, mulia dalam akhlak, dan siap menginspirasi.

Kegiatan ini bukan sekadar pembukaan tahun pelajaran, tetapi menjadi langkah awal perjalanan para santri dalam menuntut ilmu, memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an, membangun kemandirian, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Scroll to Top