IMBOS Pringsewu Ukir Sejarah, Juara Nasional Basket Antar Pondok Pesantren 2026

5/5

Pondok Pesantren Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara pada Kejuaraan Nasional Basket Antar Pondok Pesantren se-Indonesia 2026 untuk kategori SMP dan SMA.

Kejuaraan yang berlangsung pada 3–7 Juni 2026 di Al Izzah Convention Center, Batu, Malang, Jawa Timur, itu diikuti oleh berbagai perwakilan pondok pesantren dari seluruh Indonesia.

Pada partai final kategori SMP, tim IMBOS sukses menundukkan tuan rumah Pondok Al Izzah Jawa Timur dengan skor 30-27. Sementara pada kategori SMA, IMBOS kembali menunjukkan kualitasnya setelah mengalahkan Pondok Pesantren Assyifa Jawa Barat dengan skor 21-17.

Prestasi tersebut semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan Most Valuable Player (MVP) oleh dua atlet IMBOS, yakni Gustin Maika untuk kategori SMP dan Salman Fatahillah untuk kategori SMA.

Pelatih basket IMBOS, Juni Prasetyo, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kegigihan para santri dalam berlatih, kedisiplinan menjalankan arahan para ustadz dan ustadzah, serta komitmen untuk tetap menjaga ibadah di tengah padatnya persiapan dan pertandingan.

Manajer tim, Syadad Imron, menilai capaian tersebut menjadi sejarah baru bagi perkembangan basket pesantren di Lampung. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa IMBOS Pringsewu mampu melahirkan generasi yang unggul dalam akademik, karakter, dan olahraga, sejalan dengan visi membentuk “Cendekiawan Qurani.”

Rasa syukur juga disampaikan oleh para peraih MVP. Gustin Maika mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut dipersembahkan untuk kedua orang tua, para pembina, pelatih, dan keluarga besar IMBOS Pringsewu yang telah memberikan dukungan penuh. Senada dengan itu, Salman Fatahillah berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama IMBOS Pringsewu di tingkat nasional.

Keberhasilan menyapu bersih gelar juara SMP dan SMA sekaligus memborong penghargaan pemain terbaik menjadi catatan bersejarah, tidak hanya bagi IMBOS Pringsewu, tetapi juga bagi dunia olahraga basket pondok pesantren dan Provinsi Lampung. Prestasi ini menegaskan bahwa dari lingkungan pesantren dapat lahir atlet-atlet berprestasi yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai akhlak dan Al-Qur’an.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Scroll to Top